Selasa, 26 Januari 2016

membuat layangan


Cara Membuat Layang Layang Sederhana

by : resa ramdani 

Cara Membuat Layang Layang Sederhana – Anda memiliki buah hati yang lucu dan imut bukan? jika iya tentunya anda akan sering ‘momong’ buah hati anda, anda akan menikmati masa-masa itu. Waktu akan terasa begitu cepat, berasa puncak dari kebahagian anda sekeluarga. Saat si kecil mulai beranjak jalan, tak lama lagi dia akan mulai berlari, si kecil akan mulai sibuk dengan mainnya tak kecuali bermain sepeda atau bermain layangan.
Namun tahukah anda dengan bermain sangat membantu pertumbuhan putra putri anda, membantu membentuk karakternya atau bahkan melatih hobinya sejak kecil.
layang layang
Kali ini kita akan mengambil contoh salah satu mainan tradisional yang juga merupakan kegemaran putra putri anda, sebutlah layang layang. Hingga kini Layang-layang merupakan salah satu permainan tradisional yang masih banyak digemari oleh anak anak, hebatnya lagi beberapa orang dewasapun masih mengandrunginya. dengan bermain layang layang kita bisa sedikit melepas penat dengan segala urusan pekerjaan kantor, hal ini berlaku untuk orang dewasa. Namun bagi anak kecil mainan ini sangat bermanfaat melatih fisik, karena secara tidak langsung dengan bermain layang2 si anak selalu bergerak kesana kemari dengan riang.
Bicara tentang layang – layang, sebenarnya ada dua jenis yakni layang-layang hias dan layang-layang laga. Berbeda dengan layang-layang laga, layang-layang hias lebih menekankan pada keindahan desain serta konstruksi saat terbang. Desain paling sering kita jumpai tentu saja desain ketupat, namun sejatinya masih banyak desain layang layang yang lain misalnya berbetuk hewan, berbentuk pesawat, atau bahkan manusia.
Contoh Desain Layangan
Contoh Desain Layangan | Img via FB/eolo sport
Kontras dengan model hias,  layang-layang laga cenderung menekankan pada ketajaman benang gelasan serta teknik untuk mengalahkan lawan ketika duel udara, dalam hal ini siapa yang berhasil memutuskan benang lawan maka dia keluar sebagai pemenang. Konsep ini hingga saat ini masih di pakai untuk kontes layangan, meskipun juga ada kontes layangan hias yang mengedepankan desain serta konstruksi ketika manuver di udara.
Bagaimana cara membuat layang layang?
Untuk membuat sebuah layang layang tentunya kita akan menetapkan dulu jenis apa yang akan kita pakai nanti, apakah jenis layangan hias atau layangan laga. Berikut kami rangkum panduan cara membuat layangan hias, namun sebelumnya perlu kita siapkan bahan-bahan yang di butuhkan sebagai berikut :

Bahan Membuat Layang Layang :

  1. 1 (satu) ruas bambu dengan diameter +/- 1 cm dan panjang +/- 90 cm
  2. 1 (satu) ruas bambu dengandiameter +/- 1 cm dan panjang +/- 50 cm
  3. Kertas layangan (Kertas tipis atau kertas minyak)
  4. Spidol/pewarna
  5. Lem Kertas
  6. Pita kaset (jika perlu)
  7. Tali atau benang
  8. Pisau dan Gunting
  9. Penggaris

Cara Membuat Layang Layang Sederhana

Membuat Kerangka Layangan
  1. Untuk membuat kerangka layangan siapkan 2 ruas bambu dengan panjang kira-kira 100 cm dan 60 cm
  2. Letakkan bambu tersebut secara menyilang hingga menyerupai salib, namun perlu di perhatikan agar panjang kanan dan kiri harus sama. Untuk mendapatkan hasil yang identik antara sayap kanan dan kiri gunakanlah benang yang di talikan di tengah poros dari sayap tersebut. Buatkan sedemikan rupa hingga saat di timbang dengan benang memiliki berat yang kira2 sama persis. Jika sudah lanjut ke step berikutnya.
  3. Ikat dengan benang pada pada perempatan batang babu tersebut, pada step ini usahakan jangan gunakan simpul tali mati dahulu. Kira2 begini gambarannya.
Kerangka Layangan
Kerangka Layangan
4. Ikatlah masing masing ujung menggunakan benang jahit, belahlah ujung bambu sebagai pengait untuk mempermudah saat mengaitkan tali/benang.
5. Setelah semua terhubung maka kerangka layang layang anda sudah siap untuk step selanjutnya

Merangkai Kertas dengan kerangka layangan

  1. Siapkan kertas layangan anda, bisa kertas minyak atau kertas yang tipis lalu letakkan kerangka yang sudah kita buat di atasnya.
  2. Buatlah pola dengan menandai kertas tersebut menggunakan spidol atau bisa juga lansung anda potong menggunakan gunting, namun perlu di perhatikan disini adalah anda harus memotong 1 hingga 2 cm diluar pola. Sisa 1-2 cm tadi akan kita gunakan sebagai lipatan yang nantinya akan kita lem sehingga kerangka benang terttupi dengan kertas.
  3. Selanjutnya lipat bagian kertas yang menjadi tambahan tepian yang sudah siapkan tadi kearah belakang kerangka, lalu rekatkan dengan lem sehingga menutupi benang kerangka
  4. Untuk tampilan hiaslah layangan anda menggunakan cat ait/spidol sesuai kreasi anda.
Hasil Jadi Layangan Segi Empat
Demikian tulisan kami tentang Cara Membuat Layang Layang yang kami himpun dari beberapa sumber. tiada yang lain bertujuan agar bisa menambah wawasan kita tentang tanaman sekitar. Untuk terus mendapatkan update tentang Tutorial bisa bookmark halaman ini (tekan ctrl+D) atau gabung ke Facebok, terimakasih.

cara membuat

sejarah kesenian jaipong


0
Dikirim pada 18 Februari 2013 di Uncategories

tari jaipong adalah seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Ia terinspirasi pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan atau Bajidoran atau Ketuk Tilu. Sehingga ia dapat mengembangkan tarian atau kesenian yang kini di kenal dengan nama Jaipongan.
 
SEJARAH TARI JAIPONG
Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Awal kemunculan tarian tersebut semula dianggap sebagai gerakan yang erotis dan vulgar, namun semakin lama tari ini semakin popular dan mulai meningkat frekuensi pertunjukkannya baik di media televisi, hajatan, maupun perayaan-perayaan yang disenggelarakan oleh pemerintah atau oleh pihak swasta.
C. PERKEMBANGAN TARI JAIPONG
Dari tari Jaipong ini mulai lahir beberapa penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kirniadi. Kehadiran tari Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para pencinta seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang di perhatikan. Dengan munculnya tari Jaipongan ini mulai banyak yang membuat kursus-kursus tari Jaipongan, dan banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk pemikat tamu undangan.
Di Subang Jaipongan gaya “Kaleran” memiliki ciri khas yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan. Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang.
Tari Jaipongan pada saat ini bisa disebut sebagai salah satu tarian khas Jawa Barat, terlihat pada acara-acara penting kedatangan tamu-tamu dari Negara asing yang datang ke Jawa Barat, selalu di sambut dengan pertunjukkan tari Jaipongan. Tari Jaipongan ini banyak mempengaruhi pada kesenian-kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung, genjring dan lainnya yang bahkan telah dikolaborasikan dengan Dangdut Modern oleh Mr. Nur dan Leni hingga menjadi kesenian Pong-Dut.
 
BENTUK PENYAJIAN dan CIRI KHAS
Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian taxi pada pertunjukkannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada Seni jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya Kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini sebagai berikut : 1) Tatalu ; 2) Kembang Gadung 3) Buah Kawung Gopar ; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinde Tatandakan (seorang Sinden tetapi tidak menyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukkan ketika para penonton (Bajidor) sawer uang (Jabanan) sambil salam temple. Istilah Jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor). 
 
Perkembangan selanjutnya dari Jaipongan terjadi pada tahun 1980-1990-an, dimana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Man gut, Iring-firing Daun Puring, Rawayan dan Tari Kawung Anten. Dari taritarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepi, Agah, Aa Suryabrata dan Asep Safaat.